بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
ku ingin katakan...
walau engkau tidak mendengarkan.
ku ingin sampaikan...
walau engkau tidak memperdulikan.
ku ingin beritakan...
walau engkau tak menanggapi.
ku ingin ceritakan...
walau engkau tidak pernah mau mengerti.
ku ingin katakan,
ku ingin sampaikan,
ku ingin beritakan,
ku ingin ceritakan,
walau apa yang kuharap tak pernah
tercapai...
aku...
menyayangimu...
wahai ayah.
aku mencintaimu...
wahai ayah.
aku merindukanmu...
wahai ayah.
kan ku utus lembaran puisi
dalam bait-bait penantian...
walau tak pernah kan sampai.
walau dengan tangisan harus kutahan.
ayah...
kumohon...
kembalikan cintamu kepadaku.
kan kusiram ia dengan bibit kasih
sayang,
agar ia tumbuh subur.
hingga tak ada kegersangan pada jiwa
ini....
ku ingin katakan,
ku ingin sampaikan,
ku ingin beritakan,
ku ingin ceritakan,
walau apa yang kuharap tak pernah
tercapai...
ayah...
aku sayang padamu....
رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ
الْحِسَابُ
[14:41]" Tuhan kami, beri ampunlah aku
dan kedua ibu bapaku dan sekalian
orang-orang mu'min pada hari
terjadinya hisab (hari kiamat)".
(QS:Ibrahim:41)
**Padang, 08 Desember 2006.
saat malam masih basah...**
Friday, December 8, 2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment